Lebih keras tidak selalu lebih baik
Jika Anda tidur sangat pulas, dorongan pertama biasanya adalah membuat alarm lebih keras. Itu bisa membantu, tetapi tidak menyelesaikan setiap jenis kegagalan.
Ada beberapa masalah pagi yang berbeda:
- Anda tidak mendengar alarm.
- Anda mendengarnya tetapi menonaktifkannya tanpa berpikir.
- Anda bangun, menghentikannya, lalu kembali ke tempat tidur.
- Anda lupa hal pertama yang seharusnya Anda lakukan.
Pengaturan alarm yang lebih baik menangani lebih dari sekadar volume. Pengaturan itu menciptakan rangkaian dari suara alarm ke gerakan hingga tindak lanjut.
Langkah 1: pastikan ponsel dapat memberi peringatan kepada Anda
Sebelum menambahkan rutinitas yang cerdas, periksa hal-hal dasar:
- Volume alarm cukup tinggi.
- Pengaturan Jangan Ganggu mengizinkan alarm.
- Pembatasan baterai tidak memblokir aplikasi.
- Notifikasi dan peringatan layar penuh diaktifkan saat diperlukan.
- Ponsel terisi daya dan tidak terkubur di bawah selimut.
Tidak ada aplikasi yang boleh berpura-pura bahwa pengaturan ini tidak penting. Keandalan alarm sebagian bergantung pada ponsel, sistem operasi, izin, mode baterai, dan pengaturan pengguna.
Langkah 2: letakkan ponsel dengan tujuan
Jika ponsel berada di bawah bantal, penonaktifan terlalu mudah. Jika ponsel berada di seberang ruangan, Anda harus berdiri. Bagi orang yang tidur sangat pulas, jarak itu bisa menjadi perbedaan antara menunda alarm secara otomatis dan benar-benar bangun.
Tempat terbaik adalah cukup dekat agar terdengar tetapi cukup jauh sehingga membutuhkan gerakan. Lemari, meja, atau dudukan pengisi daya di seberang ruangan sering kali lebih baik daripada meja samping tempat tidur.
Langkah 3: wajibkan bukti gerakan
Bukti gerakan membuat alarm meminta tindakan sebelum dapat dinonaktifkan.
Pagi yang berbeda membutuhkan intensitas yang berbeda:
- Goyang: berguna untuk pagi biasa atau tantangan yang lebih ringan.
- Jalan prajurit: berguna ketika Anda perlu berdiri tegak dan berjalan di tempat.
- Lompat: berguna untuk pagi berisiko tinggi ketika Anda membutuhkan keterlibatan fisik yang lebih kuat.
Tujuannya bukan membuat pagi terasa menyiksa. Tujuannya adalah membuat penonaktifan saat setengah tertidur lebih sulit daripada bangun.
Langkah 4: tambahkan rutinitas setelah alarm
Orang yang tidur sangat pulas sering memenangkan pertarungan pertama dan kalah pada pertarungan kedua. Alarm berhenti, lalu tempat tidur menang.
Tambahkan rutinitas singkat tepat setelah misi:
- Nyalakan lampu.
- Minum air.
- Selesaikan satu tugas bangun.
- Tinggalkan kamar tidur.
- Mulai aktivitas nyata pertama hari itu.
Buat tetap singkat dan dapat diulang. Rutinitas yang memakan waktu 3 menit lebih mudah dipertahankan daripada rencana sempurna selama 45 menit.
Langkah 5: pasangkan alarm dengan tidur yang cukup
CDC mengatakan orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya 7 jam tidur, dan mencantumkan manfaat tidur yang cukup seperti suasana hati, perhatian, dan daya ingat yang lebih baik, serta risiko lebih rendah terhadap kondisi kronis tertentu. Jika Anda secara rutin mencoba bangun setelah tidur terlalu sedikit, alarm harus berjuang lebih keras.
Bagi orang yang tidur sangat pulas, pengaturan terkuat menggabungkan kedua sisi: tidur yang cukup jika memungkinkan, dan aturan penonaktifan yang lebih kuat saat alarm berbunyi.
Di mana Hard Wake berperan
Hard Wake dirancang untuk masalah penonaktifan. Misi gerakan membutuhkan tindakan. Tugas bangun membantu Anda terus berlanjut setelah alarm. Panduan keandalan membantu pengguna memeriksa pengaturan yang dapat memengaruhi pengiriman alarm. Akuntabilitas Companion opsional menambahkan lapisan lain untuk pagi ketika melewatkan waktu bangun memiliki konsekuensi.
Hard Wake tidak dapat menjanjikan bahwa setiap alarm akan terdengar atau dikirim tepat pada waktunya, dan tidak boleh menggantikan saran medis untuk masalah tidur yang terus-menerus. Namun, Hard Wake dapat membuat sistem bangun Anda lebih sulit dikalahkan saat Anda setengah tertidur.